Forensik Molekuler: DNA Profiling & Analisis Sidik Jari

Advertisement Space

Sains Kriminalistik: Mengungkap Kebenaran Melalui Data Biologis

Biologi forensik menggunakan bukti biologis untuk memecahkan kasus hukum. DNA Profiling (DNA Fingerprinting) memiliki akurasi hampir 100% karena setiap individu (kecuali kembar identik) memiliki urutan nukleotida yang unik.

1. Analisis DNA & PCR (Polymerase Chain Reaction)

Hanya dengan setetes darah atau sehelai rambut, teknologi PCR dapat menggandakan DNA untuk dianalisis. Pola pita DNA hasil elektroforesis digunakan untuk identifikasi korban bencana atau penentuan paternitas (garis keturunan).

2. Daktiloskopi & Biometrik

Sidik jari (dermatoglifi) tidak berubah seumur hidup. Di era digital, prinsip biologi ini menjadi standar keamanan utama pada smartphone kelas atas dan sistem imigrasi internasional (e-Passport).

Iklan Sesuai Konten Matematika